Agnelli Sesalkan Keputusan Wasit, Tuntut UEFA Segera Pakai VAR

agnelli juventus var liga champions

Presiden klub Juventus Andrea Agnelli menganggap wasit yang memimpin laga timnya lawan Real Madrid semalam, Michael Oliver memihak tim tuan rumah. Lucas Vazquez dianggap dijatuhkan oleh Benatia di masa injury time babak kedua dan wasit tanpa ampun memberikan hukuman penalti di detik-detik akhir pertandingan semalam. Penalti yang dieksekusi oleh Ronaldo membuat Real Madrid unggul agregat 4-3 dan berhak lolos ke babak semifinal.

Juventus datang ke Stadion Santiago Bernabeu setelah kalah 0-3 di markas sendiri pada pertandingan pertama. Harapan tercipta ketika baru dua menit berjalan Mandzukic mampu mencetak gol pembuka. Menjelang turun minum bahkan penyerang asalh Kroasia ini mencetak gol keduanya dan membuat defisit gol tinggal menjadi satu. Di babak kedua Matuidi berhasil membawa Juventus unggul 3-0 ketika dia berhasil mencuri bola dari penjaga gawang Keylor Navas yang tidak lengket menangkap bola.

Harapan untuk lolos ke babak semifinal tentunya semakin terbuka paling tidak mereka harus bertahan agar tidak kebobolan hingga akhir pertandingan. Namun apa daya di menit terakhir pertandingan wasit memberikan keputusan kontroversial ketika dirinya menganggap pemain bertahan Juventus, Benatia melanggar Lucas Vazquez tepat di depan gawang.

Keputusan wasit asal Inggris ini tak ayal langsung membuat semua pemain Juventus melayangkan protes keras, bahkan kapten sekaligus penjaga gawang mereka Gianluigi Buffon diberikan kartu merah. Sungguh menyakitkan memang bagi Buffon tersingkir di Liga Champions yang bisa saja menjadi kesempatan terakhirnya ini. Sementara itu pemilik klub Juventus Andrea Agnelli mengungkapkan kekecewaannya kepada putusan wasit dan menganggap bahwa teknologi VAR harus segera diterapkan di ajang Liga Champions Eropa.

“Saya sudah melihat banyak negara di liganya menerapkan teknologi VAR dan itu sangat membantu dalam jalannya sebuah pertandingan. Saya melihat sering terjadi insiden yang menyebabkan pro dan kontra dalam beberapa laga di Liga Champions Eropa, saat pertandingan AC Milan di markas Arsenal dan Juventus malam ini. Menurut saya teknologi ini harus segera diterapkan juga oleh UEFA.”

Untuk beberapa alasan Agnelli mengungkapkan bahwa wasit sering berlaku bias dalam memutuskan sesuatu di lapangan khususnya melawan tim-tim asal Italia. Hal ini dianggap berbahaya karena bisa menciderai sportivitas sepakbola secara umum.

Agnelli masih belum bisa menerima keputusan wasit Oliver di pertandingan semalam dan menganggap sang wasit tidak respek dan memahami situasi pertandingan. Dia bahkan membandingkan kejadian ini dengan kartu merah yang diberikan kepada Paulo Dyballa pada pertandingan sebelumnya.

“Para pemain pasti membuat kesalahan saat berlangsungnya permainan begitu juga wasit. Tetapi perangkat wasit pada laga kali ini sungguh keterlaluan dan tidak memahami situasi. Wasit di Bernabeu ini harus menilik pada kartu merah yang diterima oleh Dyballa yang saya anggap berlebihan dan alih-alih instropeksi mereka malah semakin merugikan kami dengan keputusannya.”

“Wasit malam ini sangat kacau, sungguh menyedihkan melihat para pemain sudah berjuang mati-matian dan mampu mengungguli Real Madrid 3-0. Kami bisa membuktikan bahwa ketinggalan tiga gol bukanlah akhir dari segalanya, kami mampu bangkit namun wasit menghancurkan segalanya.”

Keputusan pemberian penalti kepada Real Madrid tadi malam memang menuai banyak komentar berbeda dari para pengamat dan analis sepakbola di seluruh dunia. Banyak yang beranggapan penalti itu memang sah, namun banyak juga yang menganggap wasit tidak seharusnya memberikan penalti. Posisi wasit yang membelakangi kejadian serta perbedaan pendapat yang mengatakan bahwa Benatia sebenarnya lebih dulu menyentuh bola dan itu clear bukan pelanggaran. Dalam keadaan yang meragukan tidak seharusnya wasit memberikan penalti, namun pertandingan sudah selesai dan Real Madrid sudah lolos ke babak semifinal.