Cerita Perjalanan Proses Transfer Alexis Sanchez Ke Manchester United

Alexis Sanchez telah menyelesaikan proses perpindahannya ke Manchester United dan sebaliknya Henrikh Mkhitaryan bergabung dengan Arsenal. Berita sepakbola terbaru akan memberikan penjelasan mengenai proses perpindahan kedua pemain ini sejak proses awal.

Sanchez sudah berada di dalam radar Manchester United sejak beberapa musim lalu tetapi mereka dianggap kalah menarik dibanding rival sekota mereka Manchester CIty yang dilatih Pep Guardiola dimana beberapa pemainnya sudah saling mengenal sejak bermain untuk Barcelona.

Akan tetapi peluang terbuka untuk Manchester United ketika CIty tidak jadi mendatangkannya ke Ettihad Stadium di akhir bursa transfer musim panas lalu. Beberapa petinggi United mungkin berpikir bahwa mereka harus menjajaki kesempatan mereka mendatangkan pemain sekelas Sanchez. Pergerakan mereka yang memasukkan nama Mkhitaryan di dalam klausul pembelian Sanchez terbukti mujarab untuk mendatangkan pemain Timnas Chile tersebut ke Manchester.

Masalah yang dihadapi Manchester CIty mengenai beban gaji untuk para pemain nampaknya juga ikut berpengaruh dalam saga perebutan Sanchez. Selain itu untuk mereka telah mempertimbangkan untuk lebih mengandalkan seorang Kevin De Bruyne yang beru saja mengikat kontrak baru. Usia yang lebih muda dan penampilan yang selalu menjanjikan membuat manajemen City urung ikut berburu Sanchez dengan nilai gaji yang terlalu mahal.

Di lain pihak manajemen Manchester United dalam beberapa kali kesempatan mengungkapkan bahwa mereka tidak akan mendatangkan pemain baru kecuali dalam hal-hal tertentu. Yah mungkin hal tertentu seperti mendatangkan Sanchez inilah yang mereka maksudkan. Potensi keuangan yang dimiliki Manchester United saat ini bisa dibilang menjadi salah satu kekuatan terbesar yang dimiliki dibandingkan klub lainnya.

Jose Mourinho beberapa kali juga telah mengungkapkan bahwa dia menyukai pemain yang memiliki karakter petarung dan pejuang. Mkhitaryan tentunya seorang pemain yang memiliki skill individu diatas rata-rata, namun dia tidak bisa dibilang seorang petarung. Hal yang berbeda selalu ditunjukkan oleh Alexis Sanchez sejak dia bermain di beberapa klub sebelumnya. Kekuatan, kecepatan dan determinasi tinggi menjadi salah satu kekuatan yang dia miliki untuk bisa mengubah keadaan.

Mourinho menginginkan struktur tim yang diisi oleh pemain-pemain kuat, hal yang dimiliki Sanchez. Meskipun dia tidak memiliki postur yang tinggi, namun karakter kepemimpinannya di dalam lapangan sangat dibutuhkan untuk membimbing pemain-pemain muda yang mereka miliki.

Sejak datang ke Manchester United Mourinho mengungkapkan bahwa dia harus mendapatkan pemain yang dia butuhkan untuk bisa membawa klubnya meraih gelar juara. Hal yang sama terjadi di saga transfer kali ini, Mourinho menyatakan bahwa dirinya sudah meminta ijin kepada pemilik klub, Glazer untuk mendatangkan Alexis Sanchez, tinggal tugas tersebut dijalankan oleh manajemen yang dipimpin oleh Ed Woodward.

Woodward sendiri beberapa kali telah menunjukkan kemampuan yang hebat dalam melakukan transaksi transfer pemain. Saat mendatangkan Pogba dari Juventus dengan memecahkan rekor transfer kala itu, saat menjaga De Gea dari incaran Real Madrid, mendatangkan Ibrahimovic secara gratis, mendaratkan Romelu Lukaku dan kembali terbukti dengan berhasil mendatangkan Sanchez dari Arsenal.

Dari sisi Alexis Sanchez kemungkinan dia lebih memilih Manchester United dibandingkan dengan Manchester City karena peluang untuk diberikan kesempatan bermain lebih banyak di United. Guardiola pernah menjadi pelatih Sanchez saat di Barcelona dan terbukti dia kurang mendapatkan perhatian disana karena lebih sering bereksperimen dengan pemain muda. Hal yang sama terlihat di skuad Manchester City musim ini dimana mereka memiliki stok pemain tengah dan depan yang melimpah.

Manchester City sendiri tentunya tidak terlalu terpukul dengan lepasnya Sanchez yang memilih ke Manchester United. Saat ini mereka sedang menguasai klasemen sementara Liga Premier Inggris dan masih berlaga di Liga Champions Eropa. Hal ini membuktikan bahwa skuad yang dimiliki oleh Guardiola musim ini sudah sangat cukup untuk mengarungi sisa musim. Kedalaman pemain dan skuad pemain muda yang siap menjadi pelapis dengan kemampuan yang tidak terlalu jauh dengan skuad utama menjadi kekuatan tersendiri bagi City.

Sementara itu hal yang berbeda tentunya dirasakan oleh Henrikh Mkhitaryan. Pemain asal Armenia ini sebenarnya mengawali musim dengan penampilan sangat memukau. Performanya yang anjlok dalam beberapa pertandingan terakhir disinyalir oleh banyak pihak karena kurang kepercayaan diri sang pemain yang moncer di Borussia Dortmund tersebut.

Apa yang dialami Mkhitaryan kali ini berbanding terbalik dengan apa yang dialami oleh seorang Luke Shaw. Pemain belakang yang sebelumnya sering dirumorkan akan dijual oleh Mourinho malah membuktikan diri dengan bermain baik dan konsisten.

Namun apapun yang terjadi mungkin transfer pemain kedua tim ini bisa membuka kesempatan bagi Mkhitaryan untuk mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak. Seperti diketahui di pertengahan musim ini Arsenal selain melepas Sanchez juga melepas Theo Walcott ke Everton. Tentu saja setidaknya slot kosong di dalam skuad utama bisa dibidik oleh Mkhitaryan jika dia bisa lebih percaya diri dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya di London.

Memang saat ini tidak bisa dipungkiri Manchester United merupakan klub yang lebih besar dari Arsenal. Namun jika dia bisa berperan lebih besar di Arsenal ketimbang berada di Manchester United dengan status pemain cadangan tentunya lebih berdampak terhadap karir yang dia miliki.