Mourinho Badut Di Pertandingan Lawan Manchester City

guardiola mourinho

Pelatih Manchester United Jose Mourinho akan berusaha untuk tidak menjadi pecundang di pertandingan lawan Manchester City akhir pekan ini. Di laga nanti City berkesempatan mengunci gelar juara Liga Premier Inggris musim ini, dan hal itu akan sangat membuat harga diri seorang Mourinho tercoreng. Sangat menyedihkan memang faktanya bahwa klub terbesar di Inggris, Manchester United harus rela menjadi underdog di pertandingan tersebut. Menyaksikan tim rival sekota yang dianggap menjadi klub dibawah mereka merayakan gelar juara tentunya sangat menyakitkan bagi kubu Setan Merah.

Tapi hal yang sama pernah dialami oleh Manchester United, kala itu di akhir musim 2014 saat mereka melawan Liverpool di Anfield. Saat publik sepakbola menginginkan Liverpool untuk menjadi juara, yang terjadi malah mereka terselip dan gagal mendapatkan gelar apapun.

“Tidak ada orang yang berbicara banyak mengenai kami saat itu, banyak keputusan penting yang kami ambil saat pertandingan. Liverpool kala itu bermain apik sepanjang musim dan kami bersiap menjadi badut yang memeriahkan perayaan mereka di Anfield. Saya mengatakan kepada para pemain bahwa kita akan menjadi badut, Liverpool akan menjadi juara.”

Mourinho yang kala itu masih menjadi pelatih Chelsea terbukti mengalahkan Liverpool di markas mereka sendiri dan membuyarkan peluang juara The Kop. Manchester City yang akhirnya keluar sebagai kampiun Liga Premier Inggris musim itu. Di pertandingan nanti Mourinho harus kembali mampu merusak pesta Manchester City di Ettihad, setidaknya menunda gelar juara jatuh ke Manchester Biru. Para pendukung Manchester United sendiri sudah banyak yang menginginkan klubnya untuk menghentikan perilaku klub tetangganya dengan membangun sendiri dinasti sepakbola yang berisikan para pemain hebat papan atas dunia.

Mourinho dan Guardiola sendiri sudah 4 tahun saling berhadapan dan saling mengalahkan satu sama lain. Kali terakhir Guardiola mengalahkan Mourinho dalam perebutan gelar juara adalah saat keduanya masih melatih di Spanyol. Akan tetapi semusim setelahnya, giliran pelatih asal Portugal ini yang membungkam Pep dan meraih titel juara.

Ketegangan kedua pelatih ini tentu saja bertambah tajam karena keduanya selalu melatih dua tim yang memiliki sejarah rivalitas tinggi. Setelah di Real Madrid dan Barcelona, kini mereka kembali lagi bersaing di Inggris bersama duo Manchester. Meskipun saat ini tertinggal 16 poin dari Manchester City, namun Mourinho enggan mengeluarkan pujian dan memilih untuk menyanjung Tottenham Hotspur serta Liverpool yang bermain apik di musim ini. Mou menyatakan bahwa Manchester City tidak penting untuk dirinya.

“Hal yang penting menurut saya adalah saat kami turun dari peringkat pertama menjadi posisi kedua dan itu bertahan terus hingga saat ini. Banyak orang mengungkapkan bahwa tim penghuni posisi ketiga, keempat kelima dan keenam bermain lebih baik daripada kami. Tentu Saja hal itu salah karena kami memiliki poin lebih banyak daripada mereka.”

Meskipun banyak menuai kritik karena dianggap kalah bersaing dengan City, namun apa yang diraih Mourinho selama 2 tahun ini sebenarnya cukup impresif. Di musim lalu dia berhasil memberikan 3 gelar juara dan kali ini meskipun tidak mampu menjuarai gelar apapun, namun berada di posisi kedua Liga Premier Inggris adalah posisi terbaik yang mereka dapatkan sejak Sir Alex Ferguson pensiun lima tahun yang lalu.

Kekurangan Mourinho di mata pendukungnya adalah seringnya dia melakukan kritik terhadap para pemainnya sendiri yang bisa menyebabkan menurunnya kepercayaan diri mereka dan penampilan mereka di lapangan. Selain itu karena sudah termasuk lama tidak menjuarai Liga Premier Inggris, tentu para pendukung Setan Merah ingin klubnya segera menjadi juara di negeri sendiri. Menilik kemampuan dana finansial yang mereka miliki, dipercaya Manchester United akan kembali mendatangkan banyak pemain bintang di bursa transfer musim depan.