Pemilik Klub Yunan PAOK Rusuh Di Lapangan Bawa Senjata Api

Berita sepakbola dari Liga Yunani pemilik klub PAOK Ivvan Savvidis membuat keributan di laga derby antara timnya dan AEK hingga pertandingan sempat dihentikan. Amarah Savvidis tidak bisa dibendungnya lagi ketika dia tidak setuju dengan keputusan wasit yang menganulir gol.

Pertandingan lanjutan Liga Super Yunani antara PAOK dan AEK Athena pada hari Minggu kemarin dihentikan karena sang pemilik klub Ivan Savvidis yang terlihat membawa senjata api menerobos masuk ke lapangan setelah wasit tidak mengesahkan gol timnya di akhir-akhir pertandingan.

Kejadian terjadi di menit 89 ketika PAOK menceploskan gol kemenangan di laga derby yang berlangsung panas tersebut. Para pemain AEK Athena yang memprotes gol tersebut membuat wasit menganulir keputusannya dan membuat pertandingan berakhir dengan skor imbang. Hasil pertandingan ini membuat tuan rumah gagal menggusur posisi puncak klasemen sementara.

Savvidis yang merupakan pemilik klub tiba-tiba menerobos lapangan dan ribut dengan wasit Giorgios Kominis. Terlihat Savvidis memiliki senjata api yang ada di sarung pinggangnya dan membuat lebih banyak orang memasuki lapangan. Sang pemilik pun akhirnya bisa diyakinkan untuk keluar lapangan oleh para pengawal dan pihak keamanan.

Saat wasit dan ofisial pertandingan berada di lorong stadion pertandingan ditunda dan hasil resminya belum dikeluarkan. Akan tetapi dalam akun twitter resminya PAOK mengeluarkan pernyataan bahwa pertandingan dihentikan di menit 89 saat pertandingan dalam kedudukan 1-0.

Sementara itu pelatih AEK Athena Manolo Jimenez sebenarnya mengakui bahwa tim tuan rumah berhak mendapatkan kemenangan 1-0 tersebut, namun dia juga memberikan pernyataan mengenai perilaku pemilik klub PAOK yang membawa senjata.

“Sekarang ini kami sedang keluar dari stadion dengan pengawalan dari polisi, wasit telah menganulir gol PAOK karena offside, ada keributan di lapangan antara para pemain dan banyak orang luar masuk ke dalam, termasuk presiden mereka dan pengawalnya.”

“Setelah masuknya orang-orang tersebut, wasit dan ofisial pertandingan masuk kedalam dan setelah 2 jam ingin melanjutkan permainan. Kami tentu saja tidak bisa melanjutkan pertandingan yang panas dengan tensi dan ancaman seperti itu. Kelihatannya wasit akhirnya mengesahkan gol tersebut dan memberikan mereka kemenangan, itu yang terjadi.”

“Kami menyadari belakangan bahwa Savvidis memiliki senjata api saat memasuki lapangan.”

Ini merupakan kali kedua dalam 2 bulan terakhir Stadion Toumba markas PAOK diwarnai kericuhan. Sebelumnya klub ini mendapatkan sanksi dan pengurangan 3 poin karena insiden yang terjadi saat pertandingan lawan Olympiacos pada 25 Februari lalu. Saat itu pelatih Olympiacos Oscar Garcia mendapatkan lemparan di kepala dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Author: adminsk
Tags