Pep Guardiola : Manchester City Masih Bisa Terpeleset

manchester city

Pelatih Manchester City Pep Guardiola mengatakan bahwa timnya masih bisa tergelincir di sisa musim ini bahkan kemungkinan masih bisa disalip oleh seteru abadi mereka Manchester City. Manchester City masih membutuhkan lima poin lagi dari enam pertandingan tersisa pada musim ini untuk bisa mengunci gelar juara Liga Premier Inggris. Pertandingan di depan mereka pun tidak mudah karena harus menghadapi Tottenham Hotspur.

City akan bermain tandang ke Stadion Wembley besok dengan modal buruk yaitu tiga kali kekalahan beruntun dari Liverpool dan Manchester United. Kalah 5-1 secara agregat dari Liverpool dan 3-2 dari rival sekotanya tentu bukan hal yang bisa dibanggakan bagi klub calon juara tersebut. Guardiola pun menyebut masih ada kemungkinan bagi timnya untuk terpeleset jika tidak segera bangkit di laga-laga selanjutnya.

“Semua hal masih bisa terjadi, sepakbola adalah olahraga yang emosional. Kami hanya akan terus berusaha untuk fokus pada pertandingan lawan Tottenham dan Swansea City.”

“Faktanya sebenarnya kami sudah menjadi juara sejak bulan November atau Desember tahun lalu. Ketika itu saya mendengar banyak ulasan para pengamat sepakbola dan para pendukung kami bahwa poin kami sudah sulit untuk terkejar. Tetapi yang terjadi hari ini adalah kami kalah beruntun tiga kali dalam seminggu, semua bisa saja terjadi kan.”

“Kami hanya butuh memenangkan dua pertandingan lagi untuk memastikan gelar juara dan kami akan melakukan itu. Kami bisa menangani tekanan dan situasi yang kurang menguntungkan kali ini dengan baik, saya yakin para pemain mampu melakukan yang terbaik.”

“Menghadapi akhir musim yang memiliki hambatan besar seperti sekarang memiliki efek yang bagus untuk tim ini. Kami harus bisa menangani situasi dengan baik, jika kami tidak ingin melihat Manchester United yang jadi juara di akhir musim maka kami harus lebih berambisi dari mereka.”

“Tetapi tentu saja semua bisa terjadi, enam tahun lalu Real Madrid menelan enam kekalahan beruntun dan kehilangan gelar juara yang di depan mata. Tentu saja bisa terjadi, tidak ada keraguan tentang hal itu, para pemain pun tahu tanpa saya perlu mengatakan apa-apa.”

“Contoh lain adalah di NBA ketika final sebuah tim unggul 3-1 namun akhirnya kalah 4-3 dalam seri tujuh pertandingan. Yup setahun lalu ketika Cleveland Cavalier menjadi juara setelah mengalahkan Golden State Warriors.”

“Nasib kami menjadi juara atau tidak musim ini berada di tangan kami sendiri, itu yang menguntungkan. Jika kami kalah lagi pada pertandingan nanti kami harus bisa menang di pertandingan selanjutnya. Kami harus menatap satu pertandingan demi satu pertandingan dengan baik.”

Ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa kekalahan Manchester City dalam beberapa laga terakhir adalah karena Guardiola memaksakan tipe permainan yang diinginkannya alih-alih bermain lebih spartan dan memenangkan pertandingan.

“Saya tidak berpikir demikian, tim ini kalah karena para pemain belum memiliki mental juara yang kuat, bukan karena masalah fisik atau tipe bermain. Liga Premier Inggris adalah liga yang keras dan susah dijalani, tidak banyak tim yang bisa memenangkan pertandingan terus menerus. Tentu saja ketika tim seperti kami mengalami kekalahan pasti banyak orang yang mempertanyakan alasannya.”

“Tipe bermain kami tidak masalah, anda lihat ketika Mo Salah mencetak gol, reaksi yang terjadi adalah secara psikis atau mental bukan fisik kami.Momentum dalam sebuah pertandingan menjadi hal yang sangat penting, tidak semua tim bisa membalikkan keadaan saat tertekan dan hanya pemain yang memiliki karakter juara  yang kuat bisa membuat perubahan dalam sebuah pertandingan.”