Wayne Rooney Siap Masuk Manajemen Setelah Pensiun

wayne rooney pelatih

Berita bola terbaru pemain Wayne Rooney telah mengungkapkan keinginannya untuk masuk ke dalam jajaran manajemen sebuah klub setelah dia pensiun nanti. Ketika diwawancarai dalam sebuah acara ketika diminta menjadi salah satu komentator untuk pertandingan Watford vs Chelsea kemarin, Rooney menceritakan karirnya yang sangat gemilang sebagai pemain.

Dia juga menjelaskan rencana yang akan diambilnya setelah gantung sepatu nanti dan mengungkapkan ingin menjadi pelatih yang hebat.

“Saya sangat ingin masuk ke manajemen,” ungkap Rooney, “hidup saya sudah lama berkaitan dengan sepakbola, suatu hal yang sangat saya mengerti.”

“Saya sangat menikmati malam ini dan saya yakin bahwa saya akan bisa melakukan lebih banyak hal di televisi, namun saya lebih ingin beraksi di manajemen.”

Satu hal lain yang diungkapkan oleh Rooney pada acara kemarin adalah saat dia ditanya mengenai posisi terbaik untuk dirinya selama berkarir. Rooney kembali menegaskan bahwa posisi yang paling nyaman dan bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya adalah posisi no. 9 sama seperti saat dia mengalami masa kejayaan di Manchester United.

“Posisi terbaik saya adalah sebagai pemain no. 9,”ungkap Rooney “saya memiliki insting di dalam kotak penalti, saya bisa menjemput bola dan membiarkan pemain lain mengikuti di belakang. Sebagai pemain no. 9 itulah tempat untuk saya, selalu.”

“Saat musim pertama saya beralih posisi sebagai penyerang tunggal di depan (musim 2009/2010) saat itu saya mencetak 26 gol, posisi tersebut menjadi yang paling mudah dalam karir saya. Kita memiliki 5 pemain di tengah yang membantu penyerangan dan bertahan, sedangkan kita selalu siap berada di kotak penalti untuk mencetak gol.”

“Sebelumnya saya sangat jarang mencetak gol melalui sundulan kepala, saya terus berlatih mengasah kemampuan dan gol demi gol datang.”

Rooney juga menceritakan pengalamannya tentang Roy Keane, mantan kapten Manchester United kala itu yang dianggap selalu bermain keras. Keane dianggap bermain terlalu kasar di tiap pertandingan dan sering mendapatkan kartu merah karena dianggap ingin menciderai pemain lawan.

“Pernah pada saat pertandingan tandang kami , saya dan Keane terlibat adu mulut yang panjang,”ungkap Rooney, “Dia saat itu menonton rugby dan ketika dia mengambil makanan channel TV nya saya ganti. Dia sangat marah dan saya akhirnya pergi, meski akhirnya dia menghargai keputusan saya. Kami saling menghargai satu sama lain sejak saat itu.”