Peluang Menipis, Garuda Muda Dipaksa Kerja Lebih Keras

Baru awal perjalanan, skuad Garuda Muda U-23 seperti kembali ke setelan pabrik. Ya, siapa yang sangka tim asuhan Gerald Vanenburgh itu gagal menorehkan hasil impresif. Laga perdana yang dilakoni timnas U-23 pada babak Kualifikasi Piala Asia U-23 harus menuai kekecewaan supporter sepak bola tanah air.
Laos, lawan yang dianggap sebagai tim lemah, justru mampu menahan imbang Garuda Muda dengan skor kacamata hingga peluit panjang ditiupkan. Keyakinan dan ekspektasi yang muncul pada Kadek Arel dkk di laga ini semakin besar saat nama Jans Raven dan Rafael Struick diduetkan untuk menggempur pertahanan tim asuhan Ha Hyeok-jun. Namun, nyatanya keduanya masih sulit mencetak gol.
Indonesia sebenarnya punya banyak peluang untuk bisa menjebol gawang tim muda Negeri Sejuta Gajah—julukan timnas Laos. Tapi sayang, peluang itu justru gagal dimanfaatkan untuk mencetak gol.

Ditambah lagi dengan banyaknya aksi-aksi blunder yang terjadi. Nama Hokky Caraka kembali jadi sorotan, yang mungkin akan kembali pula menuai hujatan dari netizen sepak bola, sebab tindakannya dianggap sangat fatal dan bisa saja merugikan tim. Meski tidak kalah, hasil seri atas Laos dianggap sama memalukannya dengan kekalahan. Tak bisa mencetak satu pun gol merupakan penurunan prestasi dari tim muda Indonesia.
Tanggapan dari supporter sepak bola tanah air mengenai laga ini mulai bermunculan. Banyak yang mengatakan, “Ini baru lawan Laos, tim yang seharusnya bisa dengan mudah dikalahkan, tak hanya di atas kertas tapi juga di lapangan. Bagaimana saat lawan Korsel nanti?”
Hal itu jelas mengkhawatirkan, apalagi Indonesia satu grup dengan Korea Selatan. Bisa-bisa, jika permainan seperti ini masih terus dipertahankan, tiket menuju Piala Asia U-23 2026 mendatang tak akan pernah dalam genggaman Garuda Muda. Skor 0-0 jelas sangat merugikan bagi Indonesia. Tak hanya memperkecil peluang menuju panggung Asia, imbang atas Laos merupakan suatu penurunan prestasi yang tak bisa dibantah lagi oleh siapa pun pasca STY tak lagi menakhodai timnas Indonesia.
Ke depan, Indonesia akan berhadapan dengan Makau sebelum menantang tim kuat Korea Selatan. Laga kontra Makau seharusnya bisa menjadi momentum kebangkitan Garuda Muda untuk mengembalikan kepercayaan publik.
Namun, jika masih tampil dengan performa yang sama seperti saat melawan Laos, bukan tidak mungkin justru kembali menimbulkan kekecewaan di kalangan supporter sepak bola tanah air. Sementara itu, laga melawan Korea Selatan dipastikan akan menjadi ujian sesungguhnya. Pertanyaannya, mampukah Garuda Muda setidaknya tidak babak belur menghadapi raksasa Asia tersebut?

